Setetes Embun..
Kadangkala saat kita mendengar sebuah lagu yang sama sekali baru, ada suatu saat dimana lagu tersebut dapat membuai jiwa kita dan membawa kita menikmati lagu tersebut, meski mungkin kita sama sekali belum mengetahui lirik ataupun nada lagu tersebut. Hal itu yang sering saya istilahkan dengan “Lagu yang menggigit”.
Tak peduli apapun aliran musik dari lagu yang kita dengar tersebut, bila lagu tersebut memang cocok dengan jiwa kita, maka otomatis kita seperti ingin bernyanyi bersama dengan si pelantun lagu tersebut. Ambil contoh, saat pertama kali saya mendengar lagu “Seribu Tahun Lamanya” dari JIKUSTIK, saat itu ada suatu gejolak khas yang langsung muncul begitu saja seolah mendorong saya untuk ikut melantunkan lagu tersebut, padahal notabene saya belum pernah mendengarnya sama sekali. Baik bit, aransemen lagu, maupun warna lagunya memang kebetulan cocok dengan jiwa saya. Dan, bukan tidak mungkin hal yang sama juga terjadi pada anda, terutama anda yang mungkin selama ini merasa tidak mengerti musik.
Warna musik apapun yang anda dengarkan, baik pop, jazz, classic, ethnic-contemporer, maupun dangdut sekalipun, memberi kemungkinan yang sama bagi anda untuk dapat menikmati musik. Mungkin itu yang menyebabkan banyak orang menyebut musik sebagai bahasa yang universal.
Jadi, bagi anda yang merasa sangat awam dalam hal mendengarkan musik, cobalah sesekali mendengarkan musik dari jenis musik yang berbeda. Bisa anda coba mulai dari jenis musik yang rumit (seperti classic-jazz ataupun ethnic-contemporer) atau bisa juga anda coba mulai dari jenis musik yang cukup sederhana, seperti pop ataupun dangdut. Atau bahkan anda bisa memulai dari satu hal sederhana, seperti yang dilakukan oleh para siswa sekolah musik di Filipina dan Austria, yang memulai hari mereka setiap hari dengan mendengarkan setetes embun pagi..
Membuang Diri
Gile aje, tiba-tiba aja ada suatu obsesi baru yang muncul di dalam kepalaku. Gak tanggung-tanggung, obsesi itu adalah untuk dapat mengunjungi seluruh ibukota propinsi yang ada di seluruh Indonesia ini sebelum umur gw mencapai 30 tahun.
Gimane gak gile, sampe skarang aja total ibukota propinsi yang udah aku kunjungin baru sedikit. Untuk Pulau Sumatera, tinggal Banda Aceh ama Bengkulu sih yang belum. Untuk Pulau Jawa, tinggal Surabaya yang belum. Untuk Kalimantan, masih ada Banjarmasin ama Samarinda yang belum aku sambangin. Untuk Sulawesi, baru Makassar aja yang udah, itupun pas aku masih kecil dulu, berbarengan dengan perjalanan kapal bokap ke Ambon en Jayapura waktu itu. Jadi, berhubung karena waktu itu aku masih kecil, tentu saja sensasi dan kenangannya berbeda. Dan, satu lagi ibukota propinsi yang udah aku kunjungin adalah Denpasar, yang kami kunjungin selama 10 hari bareng anak2 se-geng di kampus, tepat sebulan sebelum wisuda sarjana tahun 2005 lalu.
Tentu saja, untuk mencapai target seperti itu, banyak persiapan yang harus dilakukan. Sebagai langkah pertama, aku udah merencanakan untuk bisa cabut ke Manado pada saat libur Natal tahun 2007 nanti.
Manado.? Yap, Manado adalah target wisataku yang berikutnya. Terkenal dengan wisata bahari-nya yang sangat indah, Pantai Bunaken tentu saja menjadi pilihan utamaku nanti. Seminggu waktu yang aku rencanakan untuk pergi ke sana. Belum lagi dengan adanya kenyataan bahwa Manado terkenal dengan gadis-gadisnya yang cantik dan menggoda, tentu saja semakin menguatkan niatku untuk segera pergi ke sana.
Hhmmm, kira-kira seperti apakah perjalananku nanti ke sana.? Apakah akan bisa sesukses seperti perjalananku ke Palangkaraya tempo hari.? Adrenalin-ku pun langsung meningkat saat membayangkan serunya perjalanan wisata dengan tema “Membuang Diri” ini. Langsung terbayang bagaimana serunya mencari-cari hotel dan kendaraan di sekitar kota Manado, sambil berkeliling mencari pemandangan baru yang tidak pernah kita dapatkan di kota-kota besar seperti Jakarta dan Medan.
Mari, kita lihat saja apa yang bisa dilakukan oleh anak manusia ini di sana. Tentu saja laporan kunjunganku nanti akan juga disertakan dengan foto2 seperti apa yang sudah kulaporkan mengenai perjalananku ke Palangkaraya tempo hari.
