Management Trainee = Leader for Future .?
Skedar mau sharing aja, untuk menanggapi pendapat teman-teman di Blog-nya Anjar..
Kbetulan aku juga skarang masih ikut dalam Program MT Finance PT. Cargill Indonesia (www.cargill.com), perusahaan yang bergerak di bidang Food & Agribusiness. Pengalamanku selama menempuh program MT di perusahaan ini cukup menarik.
Seperti Program MT di kebanyakan perusahaan manufacture, Program MT di tempatku juga mostly based on OJT. Jadi, dalam kurun waktu tertentu (mis :3 atow 5 bulan) kita akan diberi suatu assignment khusus, yang nantinya performance kita akan dilihat based on our performance di tiap assignment selama tahun tersebut.
Contoh paling gampang, selama 3 bulan pertama aku dikasih assignment membantu proses Closing & Reporting Procedure on the New Company. Selanjutnya, aku dikasih assignment baru untuk melakukan Reconciliation on Fixed Asset, karena saat ini aku memang ditempatkan di perusahaan yang baru diakuisisi oleh Cargill, jadi pencatatan Fixed Assset-nya masih berantakan. Nah, terakhir ini aku dikasih lagi assignment baru yang cukup menantang, yaitu masuk dalam Reviem Team for Procurement Procedure. Well, jujur aja aku sama skali gak pernah tuh involve dengan yang namanya Procurement Process, so it might be quite challenging for me. But, it’s ok, karena di perusahaan kami, slalu saja ada orang2 yang akan dengan senang hati ngebantu anak2 MT, hehehehehehehe..
Soal training ama carier path, jelas banget bedanya ama temen2 lain yang masuk jalur karier biasa. Kita di Program MT ini mendapat prioritas utama untuk training maupun jenjang karier. Mengapa.? Karena perusahaan sudah membayar biaya yang cukup besar lho selama Program ini berlangsung, mulai dari biaya rekrutment, biaya training, biaya gaji yang lebih tinggi dari staff biasa, dll. So, pasti perusahaan juga gak mau donk mengalami rugi seperti bila kita langsung hengkang setelah program ini selesai. Untuk membuat kita tetap betah, perusahaan juga akan selalu meng-update kita dengan training2 yang baru, selain tentu saja dengan janji akan jenjang karier di masa depan. Selain itu biasanya, seperti di tempatku juga, perusahaan pasti akan memberlakukan semacam ikatan dinas bagi setiap kandidat yang terpilih masuk Program MT.
Bagaimana dengan penempatan kerja. Sebagai perusahaan global, Cargill juga memberi kesempatan selebar-lebarnya bagi setiap karyawannya (termasuk para MT) untuk mengajukan perpindahan lokasi penempatan kerja, tentu saja dengan diskusi mendalam terlebih dahulu dengan pihak perusahaan mengenai peluang kerja di tempat yang lama dan di tempat yang baru. So, dengan skema sperti itu, kita akan merasa dilibatkan dalam proses pencapaian jenjang karier kita, yang tentu saja akhirnya akan bermuara pada hubungan yang harmonis antara employee dan employer. Sebagai informasi, saat ini di Indonesia saja Cargill memiliki unit usaha yang tersebar di 8 lokasi, diantaranya Gunung Putri, Makassar, Amurang, Palembang, dan Manismata tentu saja (tempat aku “bertapa” saat ini, hehehehehehehehehe)
Soal duit, (karena semua hal di dunia ini ujung-ujungnya adalah duit alias UUD, hehehehehehehe) bagi gw sich sudah lebih dari cukup. Udah gitu, sama sperti most of company that is located in the remote area, gaji gw itu masih ditambah pula dengan adanya allowance makan, pembantu, dll. So, it means that gaji gw bersih bo’.
Kesimpulannya, menurut gw Program MT emang sangat bagus diberlakukan oleh setiap perusahaan yang memiliki visi jangka panjang. Karena dengan membangun beberapa kader dari saat ini, perusahaan akan bisa menanamkan budaya perusahaan pada para kader tersebut, sambil terus menumbuhkembangkan loyalitas dan totalitas, sehingga pada akhirnya para kader tersebut akan siap menerima tongkat estafet kepemimpinan dari setiap unsur manajemen yang lama. Contoh terakhir, karyawan di Cargill Worldwide biasanya memiliki masa kerja yang tidak pendek, rata-rata 10 tahun. Tentu saja dibutuhkan loyalitas yang cukup tinggi untuk mencapai masa kerja seperti itu.
Salam.
